Labels

Sabtu, 09 Februari 2013

IKHLAS SUMBER KEBAIKAN



IKHLAS SUMBER KEBAIKAN

نحمد الله حمد الشاكرين ونؤمن به إيمان الموقنين ونقر بوحدانيته إقرار الصادقين ونشهد أن لا إله إلا الله رب العالمين وخالق السموات والأرضين ومكلف الجن والأنَس والملائكة المقربين أن يعبدوه عبادة المخلصين فانه أغنى الأغنياء عن شركة المشاركين, والصلاة على نبيّه محمد سيد المرسلين وعلى جميع النبيين وعلى اله وأصحابه الطيبين الطاهرين.

Anakku sayang..
Nabi Muhammad SAW suatu ketika bercerita bahwa malaikat Hafadzoh, malaikat yang mencatat amal baik dan buruk manusia, naik ke langit dengan membawa amal dari puasa, shalat, zakat, amal-amal yang lainnya untuk diajukan ke hadapan Allah SWT. Dengan didampingi tiga ribu malaikat mereka sampai ke langit ketujuh. Ketika mereka hendak melewati langit ketujuh tiba-tiba malaikat penjaga langit ketujuh mencegahnya seraya berkata;

قوموا واضربوا بهذا العمل وجهَ صاحبه وجوارحه واقفلوا على قلبه, إنى أحجب عن ربى ارتفاع كل عمل لم يرد به ربى إنما أراد به غير الله لأنه أراد به رفعة , أمرنى ربى أن لا أدع ولا أترك عمله يجاوزنى إلى غييرى.   
Berhentilah kalian sampai di sini. Kembalikan amal-amal yang kalian bawa kepada yang punya. Aku diperintah oleh Tuhanku untuk mencegah dan tidak membiarkan setiap amal  perbuatan manusia yang dilakukan tidak karena Allah melewatiku

Malaikat Hafadzoh kemudian naik dengan hanya membawa amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas untuk diajukan kepada Allah SWT. Ketika mereka telah berada di hadapan Allah SWT, Allah pun berfirman:

أنتم الحفظة على عمل عبدى وأنا الرقيب على قلبه إنه لم يردنى بهذا العمل واراد به غيرى فعليه لعنتى ولعنة الملائكة عليه والسموات وما فيهن.
Wahai para malaikat yang menjaga amal hamba-hamba-Ku. Aku yang mengawasi hati setiap hamba-Ku. Barang siapa yang melakukan perbuatan tidak atas nama-Ku tetapi untuk yang lain maka baginya laknat-Ku, laknat para malaikat, serta laknat makhlauk seisi langit.

Anakku sayang..
Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karramallahu Wajhah, berkata;

لا تهتموا لقلة العمل واهتموا للقبول
Janganlah engkau berduka sebab sedikit amal perbuatanmu, tetapi berdukalah bila kelak amal perbuatanmu tidak diterima di sisi Allah SWT.
Seorang sahabat pernah melihat Nabi menangis. Kemudian iapun bertanya;

ما يبكيك يا رسول الله؟ فقال تخوفت على امتى الشرك أما إنهم لا يعبدون صنما ولكنهم يراءون باعمالهم
Gerangan apa yang membuat Engkau menangis ya Rasulullah? Nabi menjawab: Aku khawatir umatku berbuat syirik. Mereka tidaklah menyembah berhala. Akan tetapi mereka berbuat syirik disebabkan amal-amal perbuatan mereka diiringi dengan riya.

Anakku sayang..
Setiap jengkal kehidupan dunia diliputi dengan keinginan jiwa untuk selalu memiliki dan mendapatkannya. Kecenderungan hati untuk selalu dekat hanya kepada Allah SWT dengan membuang keinginan jiwa kepada yang lainnya disebut dengan ikhlas. Hanya dengan ikhlas setiap amal perbuatan yang kita lakukan di dunia akan mendapatkan pahala dari Allah. Ketersia-siaan, bahkan siksa yang kelak akan kita dapatkan bila setiap amal perbuatan yang kita lakukan tidak dengan ikhlas, bukan semata-mata karena Allah tetapi diiringi dengan motivasi lain.
Betapa halus tipu daya syetan. Dibalut hati ini dengan kesombongan. Dia bisiki hati ini, bahwa kita orang yang paling dekat kepada Allah, bahwa kita sebagai pemimpin yang adil yang dekat kepada bawahannya, bahwa kita sebagai orang tua yang telah sukses mendidik anak-anaknya, bahwa apa yang kita dapatkan, apa yang kita miliki, apa yang kita cintai, semuanya sebab jerih payah kita sendiri. Itulah tipu daya syetan, mengalihkan hati ini dari Allah kepada yang lainnya dengan teramat halus dan tanpa sadar kita telah mengikuti ajakannya. Tidak heran jika nanti di akhirat banyak orang yang bingung dan bersedih sebab melihat amal-amal baik yang mereka lakukan di dunia ternyata menjadi amal buruk. Allah ceritakan keadaan mereka tersebut dalam al-Qur’an surah az-Zumar ayat 47;

وبدا لهم من الله مالم يكونوا يَحْتسِبون
Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum mereka perkirakan

Kemudian pada surat al-Kahfi ayat 103-104;

 قل هلْ نُنَبِّئُكم بِالْاَخْسرين اعْمالاً الذين ضَلَّ سَعْيُهم فى الحياة الدنيا وهم يَحْسبون صُنْعًا

Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Anakku sayang..
Berbuat dengan ikhlas, tidak hanya pahala dari Allah yang kelak akan kita dapatkan. Lebih dari itu, dengan ikhlas seseorang dapat menjadi sumber kebaikan teruntuk orang lain. Sebab di hatinya bersumber mata air hikmah yang kemudian tersalurkan lewat kata-kata yang keluar dari lisannya. Nabi bersabda;

ما من عبد يخلص الله العملَ أربعين يوما إلا ظهرتْ ينابيعُ الحكمة من قبله على لسانه
Tidak ada bagi seorang hamba yang berbuat ikhlas selama 40 hari terkecuali keluar dari lisannya mata air hikmah yang bersumber dari dalam hatinya.

Mengapa ada anak yang tidak soleh? Mengapa rakyat tidak taat peraturan, bahkan bersikap anarkis? Mengapa dunia pendidikan terasa jauh dari harapan, yaitu dapat mencerdaskan serta menanamkan akhlakul karimah kepada anak didik? Lihatlah di sekitar kita, anak-anak kita tanpa malu bercumbu di pinggir-pinggir jalan. Penyebabnya, mungkin kita sebagai orang tua belum dapat menjadi orang tua yang ikhlas, sebagai pemimpin belum menjadi pemimpin yang ikhlas, sebagai pendidik belum mampu menjadi pendidik yang ikhlas, sebagai pejabat belum dapat menjadi pejabat yang ikhlas beramal, sebagai hamba Allah belum mampu menjadi hamba Allah yang ikhlas. Ucapan kita hanya sebatas pemanis di bibir, belum dapat menjadi tauladan bagi pendengarnya. Itu dikarenakan setiap profesi yang kita sandang tidak diiringi dengan keikhlasan, bukan semata-mata karena Allah.



Anakku sayang..
Mari pada kesempatan kali ini, mulai detik ini, kita bersama bertekad untuk ikhlas dalam setiap perbuatan yang kita lakukan. Sehingga tidak sia-sia amal-amal baik kita selama di dunia. Bukan hanya itu, sebab dengan ikhlas akan lahir kebaikan untuk orang lain. Karena ucapan yang kita sampaikan merupakan mata air hikmah yang berasal dari hati kita yang ikhlas.  

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers

About Me

Foto Saya
Ahmad Lahmudin
Saya bekerja sejak awal sebagai guru..
Saya berdoa akhir hayat sebagai guru..
Istri saya juga seorang guru..
Bila takdir anak-anak saya menjadi guru..
Mudah-mudahan kami semua diberkahi menjadi guru..
Amiin..
Lihat profil lengkapku

Translate