MENCARI CINTA
ALLAH
الحمد لله الذى جعلنا من الناصحين , وافهمنا من علوم العلماء الراسخين
. والصلاة والسلام على من نسخ دينُه أديانَ الكفرة والطالحين , وعلى اله واصحابه
الذين كانوا بتمسك شريعتِه صالحين .
Anak-anakku sayang..
Suatu ketika Rasulullah SAW
bersabda:
ان الله تعالى يعطى الدنيا من يحب ومن لا يحب ولا يعطى الايمان الا من
يحب
Sesungguhnya
Allah SWT akan memberikan kenikmatan dunia, baik bagi orang yang mencintai
dunia maupun yang tidak mencintainya. Dan Allah hanya akan memberikan cinta-Nya
kepada orang-orang yang mencintai-Nya. Allah tidak akan memberikan cinta-Nya
kepada orang-orang yang tidak mencintai-Nya.
Di lain
kesempatan sabdanya:
اذا أحب الله تعالى عبدا لم يضرّه ذنبٌ والتائب من الذنب كمن لا ذنب
له ثم تلا ان الله يحب التوابين
Jika seorang
hamba telah bertaubat atas segala kesalahannya maka Allah akan memberikan
cinta-Nya. Dosa-dosanyapun yang lalu meskipun banyak tidak akan memberikan
dampak apa-apa kepadanya. Orang yang bertaubat layaknya orang yang terlahir
kembali tanpa dosa. Rasulullah kemudian mengutip sebuah ayat: ان الله يحب التوابين (sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat)
Selain
bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Syarat kedua agar
kita dapat memperoleh cintanya Allah, yaitu kita diuji oleh-Nya dengan
kesulitan, ketiadaan, kekhawatiran, penyakit yang tidak kunjung sembuh. Sabda
Rasulullah SAW:
اذا أحب الله عبدا ابتلاه فان صبر اجتباه فان رضى اصطفاه
Apabila Allah
mencintai seorang hamba maka diujilah hamba tersebut. Jika sabar maka dia
terpilih. Dan jika Allah telah ridho maka dijadikanlah hamba tersebut menjadi
kekasih-Nya.
Pangkat,
jabatan, harta yang kita miliki juga merupakan ujian dari Allah SWT. Apakah
dengan yang kita miliki itu kita dapat merendahkan diri, tidak sombong, merasa
diri lebih baik dari orang lain? Rasulullah bersabda:
من تواضع لله رفعه الله ومن تكبّر وضعه الله ومن اكثَرَ ذِكْرَ اللهِ
أحبه الله
Barang siapa
yang merendahkan diri karena Allah maka Allah akan angkat derajatnya. Dan
barang siapa yang sombong dengan apa yang dimilinya maka Allah akan
merendahkannya. Barang siapa yang memperbanyak mengingat Allah maka Allah akan
mencintainya.
Anak-anakku sayang..
Ketika seorang
hamba telah mendapatkan cintanya Allah. Maka Allah akan membimbing serta
menjaganya untuk tetap berada di jalan kebaikan. Firman-Nya dalam hadis
qudsi:
قال الله تعالى لا يزال العبد يتقرب الىّ بالنوافل حتى أُحِبَّهُ فاذا
أحببْتُه كنتُ سمْعَه الذى يسمع به وبصَرَه الذى يَبْصَرُ به
Allah SWT
berfirman: seseorang yang terus menerus, kontinyu mendekatkan diri kepada-Ku,
maka Aku akan menjadi telinganya ketika ia mendengar, dan Aku akan menjadi
penglihatannya ketika ia melihat.
Mari sama-sama
kita berlomba untuk mendapatkan cintanya Allah SWT. Dengan cara, kita sucikan
diri, bertaubat atas setiap kesalahan yang telah kita perbuat. Kita sabar atas
setiap ujian yang menimpa. Kita merendahkan diri semata-mata karena Allah,
tidak sombong, merasa diri lebih baik sebab apa-apa yang kita miliki dan
apa-apa yang telah kita lakukan.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يا ايها الذين امنوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنكم عَن دِيْنِهِ فَسَوْفَ
يَأْتِى اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ ويُحِبُّوْنَهُ
Hai orang-orang
yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak
Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintai-Nya (QS.Al Maidah: 54)
0 komentar:
Posting Komentar