Labels

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

TANYA ZAHID



TANYA ZAHID

Kamis sore, menjelang azan maghrib
Aku, Zahid terlentang di lantai
Menatap langit cerah saat masih musim hujan
Usianya genap tiga tahun kurang delapan hari
Tiba-tiba terlontar dari bibir mungilnya:
“Apa itu ayah?” Sambil menunjuk ke atas
“Itu langit, ciptaan Allah!” Jawabku santai
“Allah ada di mana ayah?”
Aku terkejut menjawab sekenanya
“Allah ada di mana-mana!”
Dia hanya terdiam..
Aku pun terdiam..
Ah, Zahid.., Zahid…
  

Selasa, 29 Juli 2014

Untuk Bp Presiden Terpilih 2014 dari Presiden Terpilih 2044



Untuk Bp Presiden Terpilih 2014
dari Presiden Terpilih 2044

Bp Presiden yang terhormat
Aku tersenyum simpul saat surat ini kutulis
Sebab kita senasib tapi beda generasi

Namaku diubah Markus padahal Mohamad
Aku dikatakan antek zionis Israel oleh sebab nama panggilan sepupuku El
Diprediksi diriku hanya akan menjadi boneka Megamendung gara-gara aku diusung oleh partainya
Aku dicap anak durhaka karena ingin menghapus gaji ke-14. Katanya lupa bahwa ayah-ibuku adalah guru honorer dengan gaji kecil
Diriku disebut keturunan Cina. Padahal mataku belo, sama dengan mata ibuku
Katanya aku akan menghapus tahlilan, yasinan. Padahal gizi tubuhku dibangun atas nama berkat bawaan ayahku

Oh iya Bp Presiden
Yang membedakan kita adalah para kompetitor di masaku
Mereka telah mengucapkan selamat kepadaku meskipun waktu pencoblosan belum  di mulai
Mereka negarawan sejati
Beda dengan kompetitormu
Mundur saat kompetisi belum berlalu
Memaki penyelenggara Pemilu
Padahal ada jalur MK yang menanti selalu

Kuucapkan selamat untukmu
Pasti untukku ada ucapan selamat darimu
Sama nasib kita
Beda kompetitor kita

Dariku,
Presiden terpilih 2044
Moh. As’ad Zahid

Rabu, 10 April 2013

Un.. Un.. Un.. Suara Mobilku

Un.. Un.. Un..
Suara Mobilku

Un.. Un.. Un..
Terdengar suara mobilku
Diiringi teriak histeri anak-anakku

Un.. Un.. Un..
Membawa kami
Menabrak benteng moral
Menyeruduk asas keadilan
Meruntuhkan nilai kejujuran

Un.. Un.. Un..
Suara mobilku
Datang tiap tahun
Sopirnya gila
Kernetnya gila
Kami jadi gila


                                                         Tangerang, 10-04-2013
                                                         15:55

Selasa, 09 April 2013

PIALA DARI PIYANTI TERUNTUKKU

PIALA DARI PIYANTI
TERUNTUKKU

Anak-anakku sayang..
Motor kredit ayahmu berbaris diantrian panjang SPBU
Seorang remaja putri sigap melayani. Kesibukannya terhenti ketika melihat ayahmu jauh di antara para pelanggan
"Pak, sebentar ya..!"
Satu motor lagi telah berlalu di hadapannya
Tiba-tiba gadis itu menyeruak membelah barisan para pengantri
menghampiri ayahmu
Dicium tangan ayahmu
"Dari mana pak?"
"Lelaki atau perempuan anaknya pak?"
Sebentar. Sesaat ia telah kembali dalam kesibukannya

Anak-anakku sayang
Demikianlah, ayahmu telah diberikan hadiah teristimewa;
Sikap, kepribadian terpuji dari kakakmu

Terimakasih dari ayahmu

                                                                                           Tangerang, 09-04-2013
                                                                                            19:36

Selasa, 19 Februari 2013

SURAT BALASAN (2) TERUNTUK ANAK-ANAKKU DI SEKOLAH

SURAT BALASAN (2) 
TERUNTUK ANAK-ANAKKU DI SEKOLAH

Anak-anakku sayang..
Semoga kabarmu baik
Tidak seperti kami di sini
Berbalut lelah menanggung malu negeri ini

Empat bulan kami berlabuh
Menaruh separuh hati kami disini
Meninggalkan separuh jejak kaki kami disini
Tetap maha guru tak mengerti tentang kami

Kami melihat sisa semangat disini
Berusaha memberi yang terbaik untuk kami disini
Tetap maha guru tak mengerti tentang kami disini

Lagu lama terdengar kembali
Lakon tanpa tanda jasa kembali pentas disini
Akankah akhir cerita pilu kembali terjadi disini
Kembali maha guru tak mengerti tentang kami disini

Bila boleh meminta
Cukup sampai disini
Takkan ada lagi setelah kami disini
Kami sayang padepokan ini
Kami sayang maha guru disini
Semoga maha guru mengerti tentang kami

                                                                                                       Syahid, 20-02-2013
                                                                                                       08:19


                                                                                                      Ayah Sekolahmu  

Selasa, 12 Februari 2013

Surat dari Anak-Anakmu di Sekolah (2)

Surat dari Anak-Anakmu di Sekolah (2)

Bapak-ibu guru..
Bagaimana kabarmu di kelas?
Tak terasa tiga bulan engkau tinggalkan kami

Bapak-ibu guru..
Kami dengar engkau sering terlambat masuk kelas
Saat Maha Guru cerita tentang kami

Bapak-ibu guru..
Kami dengar engkau sering tinggalkan kelas
Saat Maha Guru berdiskusi tentang kami

Bapak-ibu guru..
Kami dengar engkau sering tertidur dalam kelas
Saat Maha Guru bermimpi tentang kami

Bapak-ibu guru..
Kami dengar engkau menyibukkan diri
Saat Maha Guru mengkritisi kami

Bapak-ibu guru..
Kami dengar engkau berkeluh kesah di kelas
Saat Maha Guru menghardik kami

Bapak-ibu guru..
Kami dapat memahami tentang ceritamu di kelas
Sebab bukan kami yang dimaksud Maha Guru tentang kami
Bukan kami yang dibicarakan Maha Guru tentang kami

Bapak-ibu guru..
Bila mereka bertanya tentang kami
Maka katakan padanya bahwa deritamu itulah sesungguhnya kami


                                                                                                        13-02-2013, 06.45
                                                                                                        Syahid, Jakarta

Selasa, 05 Februari 2013

Untukmu Aceh



Untukmu Aceh

Engkau telan ribuan tubuh
Engkau hancurkan rumah-rumah
Engkau buat menangis jutaan pasang mata
Buatku..
Engkau tertawai aku dalam keluhku


                                Bekasi, 28 Desemeber 2004

Puasa Jamban



Puasa Jamban

Saat terik mentari membakar
Aku tetap di sini

Kala hujan mengguyur
Aku tetap di sini
Menunggu setiap pelanggan yang datang

Aku meringkih
Ketika kaki-kaki menginjak tubuhku
Terlihat apa yang teramat tersimpan
Tercium aroma terlarang
Tersapa oleh air najis
Aku tetap di sini

Aku telah menjadi kawan sepinya
Dalam menunggu lamunan panjangnya
Dalam menikmati masa-masa luasnya
Aku tetap di sini

Ah, tanpa dosa aku ditinggalkan
Tak ada rasa bersalah
Terpikir bagaimana nasibku
Aku tetap di sini

Sesaat kemudian..
Kembali kaki-kaki menginjak tubuhku
Diingat daku dalam dukanya
Dilupakan aku dalam sukanya
Aku tetap di sini


                                                Bekasi, 18 Ramadhan 1427 H

Negeriku



Negeriku

Ini negeriku
Jauh di antah berantah

Kutabur benih
Saat pagi menjelang
Mengalir peluh
Menunggu saat panen yang tak kunjung datang

Kemarilah anakku
Dengar cerita pagi dan soreku
Tetaplah diam di bangku
Aku terus akan tersenyum

Esok kembali kumenemuimu
Teriring tangis adik kecil minta susu


                                                Bekasi, 2007
 

Followers

About Me

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Translate