Labels

Kamis, 07 Februari 2013

ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN



ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN
الحمد لله الذى جعلنا من الناصحين , وافهمنا من علوم العلماء الراسخين . والصلاة والسلام على من نسخ دينُه أديانَ الكفرة والطالحين , وعلى اله واصحابه الذين كانوا بتمسك شريعته صالحين .

Anakku sayang..
Kabut hitam seakan terus bergelayut menyelimuti negeriini. Tepat hari Minggu, 25 September lalu, kembali kita dikejutkan oleh aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Sebelumnya, masih terasa terngiang di telinga, 15 April 2011, kejadian bom bunuh diri terjadi di masjid Polresta Cirebon, Jawa Barat, persis saat seperti ini, ketika kaum muslimin berkumpul untuk melaksanakan kewajiban ibadah shalat jum’at berjama’ah. Sungguh teramat biadab, pelaku bom bunuh diri tidak lagi melihat di mana tempat kejadian dan siapa korbannya.

Anakku sayang..
Semua agama, dalam tataran normative pasti mengajarkan umatnya kepada perdamaian, kerukunan dan kasihsayang. Islam pun demikian adanya, dating dengan membawa misi cinta damai, sebagai rahmatan lilalamin yang mencakup seluruh makhluk, baik manusia, hewan, dan jin. Sebagaimanafirman Allah SWT:
وما ارْسلناك اِلّا رحمة للعالمين
Dan tidaklah Kami utus kamu, kecuali sebagai rahmat untuk sekalian alam (QS. Al-Anbiya: 107)
Dengan demikian, bila ada penganut agama manapun yang menyalahi nilai universal agama, yaitu cinta damai, maka dapat dipastikan dia telah menyalahi agama yang dianutnya.

Anakku sayang..
Syariat Islam turun ke bumi semata-mata untuk mengusung kemaslahatan bagi umat manusia. Nilai-nilai ajarannya selalu bermuara kepada dua hal, yaitu menciptakan kebaikan (jalbunnaf’i), dan menolak kemudharatan (daf’uddharar) bagi umat manusia.
Berangkat dari sinilah, ada lima pilar pokok (alkulliyatul khams) yang menjadi ruh ajaran Islam. Yakni, memelihara agama (khifdzud din), memelihara jiwa (khifdzun nafs), memelihara akal (khifdzul aql), memelihara keturunan (khifdzun nasl), dan memelihara harta (khifdzul mal)
Dari kelima pokok ajaran Islam ini, dapat dipahami bila Islam sangat menghargai jiwa manusia. Islam melarang keras pembunuhan jiwa manusia yang tak berdosa. Allah SWT berfirman:
منْ قتل نَفْسًا بِغَيْرِ نفْسٍ اَوْ فسادٍ فى الارضِ فكأنّما قتل النّاسَ جميْعًا
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau karena bukan membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (QS. Al-Maidah: 32)
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
ولا تَقْتُلُوا انفسَكمْ
Janganlah kamu membunuh dirimu (QS. An-Nisa: 29)
Dengan jelas, betapa kedua ayat ini bercita-cita agar di muka bumi ini tidak terjadi pertumpahan darah sedikitpun. Baik membunuh orang lain maupun membunuh diri sendiri. Karena itulah, Islam melarang mengorbankan jiwa untuk kepentingan apapun tanpa alasan yang sah menurut syara’ (agama). Sebagaimana yang dikemukakan para mufassir (ahli tafsir al-qur’an), bahwa kata ‘anfusakum’  dalam surah an-Nisaayat 29 bisa berarti membunuh orang lain maupun diri sendiri. Dengan demikian, jelas bahwa pada dasarnya bom bunuh diri dilarang dalam Islam. Karena hal itu termasuk membinasakan diri sendiri. Hal ini secara otomatis tentu bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, yaitu khifdzun nafs atau memelihara jiwa.


Anakku sayang..
Demikianlah, setiap bentuk kekerasan yang mengatas namakan agama sangat bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, yaitu rahmat untuk seluruh alam. Upaya memberantas teroris harus terus dilakukan. Salah satunya dengan program deradikalisasi. Semua elemen dalam masyarakat harus diikutsertakan. Yang terpenting adalah keteladanan dari diri kita sebagai pejabat publik. Motto sebagai pelayan masyarakat bukan hanya sebatas slogan,  tapi harus membumi. Kepercayaan masyarakat akan timbul bila penegakan hukum tidak hanya menyentuh rakyat jelata, tapi bagi semua, tanpa terkecuali.
Kita juga berharap, kemiskinan yang membelenggu 30 juta lebih penduduk negeri ini dapat teratasi. Sebab kemiskinan juga menjadi salah satu faktor munculnya benih teroris.
Demikian anakku sayang. Mudah-mudahan kita semua dapat menjadikan diri kita bagian dari rahmatan lil ‘alamin, berguna bagi orang lain, siapapun dia, dari manapun agamanya..
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
رُسُلًا مُبَشِّرِيْنَ ومُنْزِرِيْن لِئَلَّا يَكوْنَ لِلنّاسِ على اللهِ حُجَّةٌ بعد الرُّسُلِ
Artinya: (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alas an bag imanusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu (QS. An-Nisa:165)




Bekasi, Jum’at, 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers

About Me

Foto Saya
Ahmad Lahmudin
Saya bekerja sejak awal sebagai guru..
Saya berdoa akhir hayat sebagai guru..
Istri saya juga seorang guru..
Bila takdir anak-anak saya menjadi guru..
Mudah-mudahan kami semua diberkahi menjadi guru..
Amiin..
Lihat profil lengkapku

Translate