Labels

Jumat, 14 Desember 2012

HAKEKAT KEMATIAN


HAKEKAT KEMATIAN

الحمد لله الذى جعلنا من الناصحين , وافهمنا من علوم العلماء الراسخين . والصلاة والسلام على من نسخ دينُه أديانَ الكفرة والطالحين , وعلى اله واصحابه الذين كانوا بتمسك شريعته صالحين .

Anakku sayang…
Alhamdulilah, segala puji bagi Allah, tempat kita tercipta dan kepada-Nya tempat berlabuh setiap derita. Bila setiap duka dapat tertata oleh kata, maka yakinlah bahwa kematian tak kan punya tempat bagi lisan untuk mengucapkannya oleh seabab derita yang tak terkira.

Anakku sayang…
Mari bersama kita tingkatkan nilai taqwa kita kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. Sebagai bentuk realisasi kepatuhan kita sebagai hamba, 
وأُمِرْنا لِنُسْلِمَ لربّ العالمين ..
Dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam (QS. Al-An’am: 71)

Anakku sayang..
Pada masa Rasulullah, kaum musyrikin sangat amat mengharapkan kematian Nabi. Ini terekam di dalam al-Qur’an surat at-Thuur ayat 30:
نتربّصُ به ريْبَ الْمنُوْن.
“Kami tunggu-tunggu kecelakaan akan menimpa Muhammad”.
Kemudian Allah SWT menjawab ucapan kaum musyrikin tersebut dengan mengatakan bahwa kematian bukan hanya akan menimpa Muhammad, kematian juga pasti akan menimpa mereka. Jawaban Allah tersebut dapat dilihat di dalam al-Qur’an surat al-Anbiya ayat 34-35:
وما جعلْنا لِبشَرٍ مِنْ قبلك الخُلْدَ.
Dan tidak Kami jadikan hidup abadi bagi seorangpun sebelum kamu, wahai Muhammad.
افَإنْ مِتَّ فهم الخالدون.
Apakah jika engkau meninggal, mereka akan hidup abadi?
كل نفسٍ ذائقة الموت. وَنَبْلُوْكم بالشَّرِّ والخيرِ فِتْنَةً. والينا تُرجعون.
Setiap jiwa akan merasakan pedihnya ruh yang tercabut dari jasadnya. Kami akan uji kamu dengan berbagai macam kesusahan serta berbagai ni’mat. Dan kepada Kami kamu akan kmbali untuk menerima balasan dari apa yang telah kamu perbuat.


Anakku sayang..
Salah satu rahasia milik Allah SWT adalah kematian. Hanya Dia yang mengetahui kapan dan dimana kematian itu akan tiba. Manusia, siapapun dia, apapun jabatan dan posisinya, berharta maupun rakyat jelata, pasti akan dijemput oleh kematian.
Hakekat kematian adalah hanyalah perubahan keadaan kita. Ruh untuk sementara waktu terpisah dari jasadnya. Untuk kemudian dipersatukan kembali di alam kubur. Dengan demikian, kematian itu sebatas memindahkan keadaan kita dari alam dunia menuju alam kubur. Setelah itu kita akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikumpulkan di padang Mahsyar.

Anakku sayang..
Ada dua keadaan yang kita jumpai sesaat setelah kematian datang. Pertama, kita akan kehilangan mata sebagai alat penglihatan, telinga sebagai alat pendengar, lidah sebagai alat perasa, tangan sebagai alat penjangkau apa yang kita ingini, kaki untuk menapaki setiap tempat yang ingin dituju, dan segenap anggota badan lainnya yang menjadi penopang keberadaan kita di dunia ini. Kita juga akan kehilangan seluruh keluarga, kerabat, sahabat, orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, harta yang kita miliki, serta jabatan yang kita sandang.
Maka ketika kita menyukai apa yang ada di dunia ini, akibatnya kita akan menyesali dan merasa sedih meninggalkan semuanya. Sebaliknya, bila rasa mencintai kita kepada semuanya hanya karena Allah, maka kematian adalah awal kegembiraan sebagai anugerah yang tidak ternilai harganya.
Keadaan kedua yang akan kita jumpai setelah kematian datang adalah terungkapnya sesuatu yang ketika di dunia tidak terlihat. Akan terpampang dengan jelas apa-apa yang telah kita lakukan di dunia. Maka ketika itu, timbul rasa sesal sebab perbuatan buruk yang telah kita lakukan selama di dunia. Allah berfirman dalam surat al-Israa ayat 14;
كفى بنفْسشكَ اليَوْمَ عليك حسِيْبًا
Cukuplah saat ini dirimu sendiri sebagai pembuat perhitungan.

Anakku sayang..
Demikianlah keadaan kita sesaat setelah kematian tiba, sebelum jasad ini dipendam di dalam kubur. Setelah ruh kita dikembalikan kepada jasadnya, maka ni’mat dan siksa kubur siap menanti kita. Sampai kemudian tiba saatnya kita dibangkitkan dari alam kubur pada hari kiamat kelak. Ada baiknya marilah sama-sama kita renungkan sebuah hadis Nabi yang menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat nanti.


يُحشرُ الناسُ يوم القيامةِ كما ولدتهم أمهاتُهم, حُفاةً عُراةً, فقالت عائشة رضى الله عنها: الرجال والنساء؟ قال نعم, قالت وَاسوْأتاه, ينظر بعضُهُ بعضا؟ فضرب النبى عليه الصلاة والسلام يده على منكبيه وقال: يا ابنة أيى قحافة اشتعل الناس يومئذٍ عن النظر, وشخصتْ أبصارُهم إلى السماء, يقفون أربعين سنة لا يأكلون ولا يشربون, فمنهم من يبلغ العَرَقُ إلى قدميه, ومنهم من يبلغ الى ساقيه, ومنهم من يبلغ الى بطنه, ومنهم من يبلغ الى صدره, والعرق يكون من طول الوقوف.
Pada hari kiamat nanti manusia dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki dan tanpa pakaian sehelaipun. Aisyah lalu berkata: Apakah  lelaki dan wanita berkumpul  di satu tempat? Nabi menjawab: Iya. Aisyah kembali berkata: Alangkah malunya mereka, sebagian melihat kepada sebagian yang lainnya. Nabi bersabda sambil menepuk punggung Aisyah; Wahai putri Abi Qohafah, manusia saat itu sibuk memikirkan diri mereka masing-masing seraya mengarahkan pandangan mereka ke langit. Mereka berdiri selama 40 tahun, tidak makan dan tidak minum. Oleh karena lamanya penantian, keringat mereka ada yang mencapai mata kaki, ada yang mencapai betisnya, ada yang mencapai perutnya, dan ada pula yang mencapai dada mereka.

Anakku sayang..
Mudah-mudahan dengan lebih mengenal arti dari kematian, kita dapat waspada diri, lebih berhati-hati dalam berbuat, lebih banyak mencari bekal untuk kehidupan kelak setelah kehidupan di dunia ini. Ingat anakku, bahwa kehidupan hari ini adalah cermin untuk kehidupan esok yang abadi.  Jika hari ini kita ada maka ketiadaan itu pasti akan ada. Kematian itulah jawabannya. Bila tidak hari ini maka hari esok, bila bukan esok maka yakinlah hari lusa.

Akhirnya ayahmu tutup dengan firman Allah
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
فإنما هي زَجْرةٌ واحدةٌ فاِذاهُمْ بالسَّاهِرةِ
Artinya: Sesungguhnya pengembalian itu hanya dengan satu tiupan saja. Maka tiba-tiba mereka telah hidup kembali di permukaan bumi (QS: an-Naaziat: 13-14).

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers

About Me

Foto Saya
Ahmad Lahmudin
Saya bekerja sejak awal sebagai guru..
Saya berdoa akhir hayat sebagai guru..
Istri saya juga seorang guru..
Bila takdir anak-anak saya menjadi guru..
Mudah-mudahan kami semua diberkahi menjadi guru..
Amiin..
Lihat profil lengkapku

Translate